Rabu, September 24, 2008
ArRAHMAAN ArRAHIIM
Pada bulan Ramadlan ini kita berusaha untuk sedikiiiit meniru sifat-sifat ALLAH (dalam hal ini sifat RAHMAAN dan RAHIIM). Dengan berpuasa kita bisa merasakan nikmat Allah yaitu rasa lapar dan dahaga (yang secara umum kita malah menganggapnya sebuah penderitaan. Coba kita bayangkan kalau kita tidak memiliki rasa lapar ataupun haus, tentunya akan kurus kita, he2.). Dengan merasakan lapar dan haus kita bisa merasakan pula penderitaan saudara-saudara kita yang tidak seberuntung kita bisa makan enak dan seenaknya setiap hari (heran juga kadang kita seenaknya menyisakan makanan, padahal di belahan dunia yang lain atau bahkan di balik tembok kita banyak yang kekurangan makanan hingga melambungkan nama 'nasi aking' sebagai artis baru seiring meredupnya popularitas dan keberadaan 'minyak tanah'). Dengan sedikit 'menderita' lapar dan haus (berpuasa) kita berusaha sedikiiit meniru sifat rahmaan dan rahiim. sifat rahmaan dan rahiim yang kita miliki tentunya jauuuuuh lebih kecil bila dibandingkan sifat RAHMAAN dan RAHIIM yang dimiliki ALLAH (besarnya sifat RAHMAAN dan RAHIIM ALLAH tidak bisa dilukiskan hanya dengan sekedar cetak tebal ataupun font size sebesar apapun tetapi dituliskan dengan sighat muballaghah (persangatan) ArRAHMAAN dan ArRAHIIM yang biasa kita terjemahkan MAHA RAHMAAN dan MAHA RAHIIM). Sifat ArRAHMAAN ALLAH begitu melimpah sehingga mengalahkan murkaNya kepada makhlukNya yang berbuat maksiat bahkan yang tidak beriman, tidak hanya hambaNya yang beriman saja yang mendapatkan kasihNya di dunia fana ini. Sifat ArRAHIIM ALLAH jauuuh lebih meruah di akhirat bagi hambaNya yang beriman dan bersifat abadi. ALLAHUMMA BARIKLII FILHAYATI WAFILMAUTI WAFI MA BA'DALMAUUT. RABBANA AATINA FIDDUNYA HASANAH WAFILAKHIRATI HASANAH WAQINAA 'ADABANNAR.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar